The Emergence of New Religious Movement and Threats to Social Harmony in Kupang, East Nusa Tenggara

Main Article Content

Kunawi Basyir
Suhermanto Ja’far

Abstract

In the post-reformation era, a new situation of religious life has challenged the Indonesian people at large. Several conflicts arose in many areas to dispute socio-religious harmony. Kupang, East Nusa Tenggara, is not an exception. In this area, the conflict occurs along with the presence of new religious groups within society. Through a phenomenological approach, this research deals with some religious groups, such as Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), GafatarAhmadiyahHizbut Tahrir Indonesia (HTI), and Khilafatul Muslimin in Kupang. These groups have grown significantly under social and state control which keep an eye on them, especially for every political goal concealed behind the movement. They are perceived as a threat to the existence of the government and the state.


[Indonesia pasca-Reformasi melahirkan situasi baru dalam kehidupan keagamaan. Keharmonisan yang selama ini dibanggakan mendapat ujian oleh berbagai konflik sosial bermotif agama. Konflik keagamaan muncul di berbagai wilayah, termasuk di Kupang, NTT. Konflik ini beriringan dengan munculnya berbagai kelompok aliran keagamaan baru yang selama ini tidak ada di masyarakat. Melalui studi dengan pendekatan fenomenologi dan metode observasi partisipan, ditemukan bahwa terdapat  beberapa aliran paham keagamaan seperti Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Gafatar, Ahmadiyah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan Khilafatul Muslimin. Aliran-aliran keagamaan tersebut tidak memiliki akselerasi perkembangan yang signifikan. Masyarakat bersama aparat selalu mengawal, mengawasi serta mendampingi kegiatan-kegiatan keagamaan yang dipandang akan membuat risau ketenteraman sosial. Sekalipun demikian, kelompok-kelompok ini memiliki potensi negatif ke depan karena sebagiannya tidak semata-mata organisasi dengan misi dakwah, tapi juga misi politik yang bertentangan dengan NKRI.]

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
BasyirK., & Ja’farS. (2020). The Emergence of New Religious Movement and Threats to Social Harmony in Kupang, East Nusa Tenggara. Religió: Jurnal Studi Agama-Agama, 10(2), 1-13. https://doi.org/10.15642/religio.v10i2.1428
Section
Articles

References

“MUI Klarifikasi Lebel Sesat LDII”, Tempo, 6 March 2007.
Aziz, Abdul. “Kronologi Penyerangan Jemaat Ahmadiyah di Lombok Timur, NTB.” Kompas, 20 May 2018.
Bauman, W. A., Bohannon II, R. R., and O’Brien, K. J. “Religion; What is It, Who Gets to Decide, and Why Does It Matter?,” in Bauman, W. A., Bohannon II, R. R., and O’Brien, K. J. (eds.). Grounding Religion: A Field Guide to the Study of Religion and Ecology, Routledge, 13-26, 2011.
BPS, Propinsi Nusa Tenggara Timur (2017).
Chomsah, Aida. “Desa Sadar Kerukunan Kabupaten Kupang Siap Launching.” Makalah disampaikan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Timur, Kupang, 2018).
Durkheim, Emile. The Elementary Forms of Religious Life (New York: Oxford University Press, 2001.
Fikri, M. Konflik Agama dan Konstruksi New Media: Kajian Kritis Pemberitaan Konflik di Media Online. Malang: Universitas Brawijaya Press, 2015.
Hurd, E. S. Beyond religious freedom: The new global politics of religion. Princeton University Press, 2017.
Kustini and Putro, Zainal Abidin Eko. “Dakwah Activities Among Muslim Minority and the Prevention of Hate Speech in Kupang, East Nusa Tenggara.” Analisa: Jurnal of Social Science and Religion, Vol. 2, No. 2, (2017).
Kuwado, Fabian Januarius. “Jejak Organisasi Gafatar di Indonesia.” Kompas, 13 Januari 2016.
Legge, J.D. Indonesia. Sidney: Prentice-Hall Australia Press, 1980.
Mulder, Niels. Kepribadian Jawa dan Pembangunan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1981.
Mundzir, Ilham. “Sikap Muslim Terhadap Modernitas: Kasus Gerakan Khilafatul Muslimin di Lampung.” Afkaruna: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 9, No. 1, (2013).
Nasrullah, Nasih. “GP Ansor: Pergerakan Eks HTI Masih Beroperasi di NTT.” Republika, 5 Nopember, 2019.
Pals, D. L. Seven Theories of Religion. Oxford Univ. Press, 1996.
Pamungkas, Cahyo. “Mencari Bentuk Rekonsiliasi Intra-Agama: Analisis terhadap Pengungsi Syiah Sampang dan Ahmadiyah Mataram.” Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, Vol. 13, No. 1, Juni (2018).
Sinode GMIT. “Tokoh Lintas Agama Antisipasi Ajaran Saksi Yehova dan Rencana Penarikan Guru PNS,” dalam https://sinodegmit.or.id/tokoh-lintas-agama-antisipasi-ajaran-saksi-yehova-dan-rencana-penarikan-guru-pns/ (diakses 14 Mei 2020).
Sodli, Ahmad. “Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).” Jurnal Analisa, Vol XVI, No. 01, Januari - Juni (2009).
Ulum, Muhammad Babul. Kesesatan Sunni-Syi’ah: Respon atas Polemik Republika. Depok: Aksara Pustaka, 2013.
Weber, M. The Sociology of Religion. Beacon Press, 1993.
Wildan, Muhammad. “Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar): Krisis Ideologi dan Ancaman Kebangsaan.” Temali: Jurnal Pembangunan Sosial, Volume 1, No. 1, (2018).
Zuhdi, Muhammad Harvin. “Potential Islamic Radicalism and Terrorism in the Provitince of West Nusa Tenggara.” Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah, Vol. 19, No. 1, (2019).
Zulkarnain, Iskandar. Gerakan Ahmadiyah di Indonesia. Yogyakarta: LKiS, 2011.