The Understanding of Hadith on Jihad in LDII: A Study of Wali Barokah Kediri and Gading Mangu Jombang Pesantrens

Authors

  • Wahidul Anam State Islamic Institute of Kediri

DOI:

https://doi.org/10.15642/mutawatir.2020.10.2.321-341

Keywords:

Jihad, Radicalism, Islamic boarding school, LDII

Abstract

Abstract: Jihad is a term that continuously caught the attention of academics. The stigma of “radicalism” became a topic of discussion along with the emergence of various religious-based violence in Indonesia. The Indonesian Institute of Islamic Dawah (LDII) pesantrens (Islamic boarding schools) in Jombang and Kediri, East Java, are among large pesantrens in East Java, which have unique characteristics, including the study of the main books of h}adi>th, S{ah}i>h} al-Bukha>ri> and S{ah}i>h} Muslim. This article sheds light on their interpretation of hadi>th on jihad and its implication on the development of religious radicalism thoughts in LDII. It suggests that no indication of religious-based violence emerged in both LDII pesantrens. The students have been exposed to religious radicalism and have studied on jihad, but there have been almost no violent or radical movements in performing their religious duties. In addition, the students showed significant radical attitudes towards jihad. They agreed with jihad as written in the hadi>th books and ready to carry out jihad. 

Abstrak: Jihad merupakan satu istilah konseptual yang terus mendapat perhatian dari para akademisi. Stigma “radikalisme” menjadi topik perbincangan seiring dengan munculnya berbagai kekerasan berbasis agama di Indonesia. Pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jombang dan Kediri, Jawa Timur, termasuk di antara pesantren-pesantren besar di Jawa Timur yang memiliki ciri khas, di antaranya adalah kajian terhadap kitab-kitab hadis otoritatif, yaitu S{ah}i>h} al-Bukha>ri> dan S{ah}i>h} Muslim. Artikel ini menyoroti interpretasi mereka terhadap hadis tentang jihad dan implikasinya terhadap perkembangan pemikiran radikalisme agama di LDII. Tulisan ini menunjukkan bahwa tidak ada indikasi kekerasan berbasis agama yang muncul di kedua pesantren LDII tersebut. Para santri pada dasarnya telah bersinggungan dengan radikalisme agama dan juga telah mempelajari jihad, namun hampir tidak ditemukan adanya gerakan kekerasan atau radikal dalam menjalankan tugas keagamaannya. Meski demikian, di sisi lain para santri juga menunjukkan sikap radikal yang signifikan terhadap jihad. Hal itu tampak dari sikap mereka yang sepakat dengan jihad seperti yang tertulis dalam kitab-kitab hadits dan mereka juga siap untuk melakukan jihad.

Downloads

Download data is not yet available.

References

AD/ART LDII. Hasil Keputusan Musyawarah Nasional VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia Nomor: Kep-06/Munas VII LDII/Iii/2011 Tentang Perubahan Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Lembaga Dakwah Islam Indonesia.

Alhairi. “Pendidikan Anti Radikalisme: Ikhtiar Memangkas Gerakan Radikal.” Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 14. No. 2 (2017).

Anam, Khairul. “Radikalisme di Dunia Maya: Menemukan Tuhan di Mesin Pencarian.” Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam, Vol 26, No 1 (2017).

Asrori, Ahmad. “Radikalisme di Indonesia: Antara Historisitas dan Antropisitas.” Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Vol. 9, No 2 (2015).

Bukhari (al), Muh}ammad b. Ismā‘īl b. al-Mughīrah. Sahīh al-Bukhārī. Beirut-Libanon: Dar al-Fikr, 2006.

Ghazālī (al), Abū Hāmid Muhammad b. Muhammad. Ihyā’ ‘Ulūm al-Dīn. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmīyah, 2004.

Jawzīyah (al), Ibn Qayyim. Zād al-Ma‘ād fī Hady Khayr al-‘Ibād. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Arabī, 2005.

Jazuli, Ahzami Sami’un. Fiqh al-Qur’an: Kajian atas Tema-Tema Penting dalam al-Quran. Jakarta: Kilau Intan, 2005.

Kamarudin. “Jihad Dalam Perspektif Hadis.” Hunafa: Jurnal Studia Islamika, Vol. 5, No. 1 (2008).

Kementerian Agama. Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2009.

Malibārī (al), Zayn al-Dīn b. ‘Abd al-‘Azīz. Fath al-Mu‘īn. Surabaya: Nur al-Huda, 2011.

Mathar, M. Saleh. “Jihad dan Terorisme Kajian Fikih Kontemporer,” Hunafa: Jurnal Studia Islamika, Vol. 6, No. 1 (2009).

Mubarok, Ali Syahidin. “Mewujudkan Penafsir Otoritatif (Optimalisasi Tafsir Nusantara Sebagai Upaya Reduksi Gerakan Radikal).” Qof: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, Vol. 2, No. 2 (2018).

Partanto, Puis A. dan Al Barry, M. Dahlan. 1994. Kamus Ilmiyah Populer. Surabaya: Arkola.

Qaradhawiy, Yusuf. Membedah Islam Ekstrim. Terj: Alwi A.M. Bandung: Mizan (2001).

Robingatun. “Radikalisme Islam dan Ancaman Kebangsaan.” Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam, Vol. 26, No. 1 (2017).

Shihab, Alwi. Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama. Bandung: Mizan, 1999.

Sihbudi, Riza. “Membaca Kemungkinan kemerdekaan Negara Palestina.” Al-Huda: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Islam, Vol. 2, No. 5 (2002).

Susanto, Edi. “Kemungkinan Munculnya Paham Islam Radikal Di “Pondok Pesantren”.” Tadrîs: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 2, No. 1 (2007).

Downloads

Published

2020-12-25

How to Cite

Anam, W. (2020). The Understanding of Hadith on Jihad in LDII: A Study of Wali Barokah Kediri and Gading Mangu Jombang Pesantrens. Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith, 10(2), 321–341. https://doi.org/10.15642/mutawatir.2020.10.2.321-341

Issue

Section

Articles
| Abstract views: 35 ,