Politisi Lokal dan Ziarah Menyingkap Hajat Melalui Alquran Kuno Bismo

Authors

  • Arif Chasanul Muna Institut Agama Islam Negeri Pekalongan
  • Ahmad Fauzan Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.15642/mutawatir.2020.10.2.239-266

Keywords:

Living Quran-Hadis, ritual ziarah, manuskrip Alquran kuno, politisi lokal

Abstract

Ziarah merupakan aktifitas yang sudah menjadi tradisi di kalangan umat Islam di Jawa. Salah satu destinasi penting yang banyak dikunjungi adalah desa Bismo. Di desa tersebut terdapat peninggalan para wali, salah satunya adalah manuskrip Alquran kuno yang diyakini sebagai tulisan tangan sunan Bonang (1465-1525). Tulisan ini mengungkap bagaimana sejarah dan praktik ritual ziarah di Bismo, dan bagaimana resepsi para politisi lokal terhadap ritual ziarah dan Alquran kuno di Bismo. Dengan menggunakan pendekatan antropologis, tulisan ini berkesimpulan bahwa (1) praktik ritual ziarah di Bismo termasuk unik, selain membaca bacaan dan doa sebagaimana yang dilakukan di tempat lain, peziarah yang mempunyai hajat khusus melakukan ritual mandi membuang sial dan membuka Alquran kuno; (2) Ziarah yang dilakukan para politisi lokal di Bismo juga memiliki kekhasan sendiri. Motivasi yang mendorong mereka bukan hanya motivasi keagamaan namun juga motivasi sekular untuk melancarkan cita-cita dan tujuan. Pandangan mereka terhadap Alquran Bismo berkelindan antara pandangan sakralitas terhadap peninggalan wali dan pandangan pragmatis memposisikan Alquran Bismo sebagai instrument untuk menggapai hajat.

 

Pilgrimage is an activity that has become a tradition among Muslims in Java. One of the most visited destinations is the village of Bismo. In the village, there are relics of the saints, one of which is an ancient Qur'an manuscript that believed to be the handwriting of Sunan Bonang (1465-1525). This paper aims to examine the history and practice of pilgrimage rituals in Bismo, and the reception of local politicians to the rituals of pilgrimage and the ancient Qur'an manuscript in Bismo. Using an anthropological approach, this paper concludes that (1) the practice of pilgrimage rituals in Bismo is unique, in addition to reading prayers as they are carried out elsewhere, pilgrims who have special intentions must perform bathing rituals to get rid of bad luck and open the ancient Qur'an; (2) Pilgrimage by local politicians in Bismo also has its own peculiarities. The motivation that drives them is not only religious enthusiasm but also secular impetus. Their visions on the Bismo Qur'an are intertwined between the view of the sacredness of the relics of the saints and the pragmatic view of positioning the Bismo Qur'an as an instrument to reserve their expectations.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baghdādī (al), Abū Bakr Aḥmad b. ‘Alī. Tārīkh al-Baghdād. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmīyah, 1931.

Baidowi, Ahmad. “Resepsi Estetis Terhadap Alquran,” dalam Dinamika Studi al- Quran. Yogyakarta: Idea Press, 2009.

Bukhārī (al), Abū ‘Abd Allāh Muḥammad b. Ismā’īl. Al-Jāmi‘ al-Ṣaḥīḥ. Kairo: al-Maṭba‘ah al-Salafīyah, 1403 H.

Chaer, Moh. Toriqul. “Aspek Religiousitas Masyarakat Peziarah Makam Syaykh Abdul Muhyi Pamijahan Tasikmalaya.” Maraji’: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 1, No. 2, (2015).

Chambert-Loir, Henri dan Claude Guillot (eds). Ziarah dan Wali di Dunia Islam. Diterjemahkan oleh Jean Couteau, Ari Anggari Harapan, Machasin, Andrée Feillard. Jakarta: Serambi, 2007.

Duwaydah, Nafīsah. “Al-Mu‘taqadāt wa al-Ṭuqūs al-Khāṣṣah bi al-Uḍriḥah fī al-Jazā’ir Khilāl al-Fatrah al-‘Uthmānīyah.” Jurnal Insāniyāt, vol. 68, (2015).

Gade, Anna M. The Quran: An Introduction. Oxford: Oneworld, 2010.

Ḥasanī (al), Hishām b. Muḥammad Ḥayjar. Al-Tabarruk bi al-Ṣāliḥīn. Maroko: Dār al-Rashād al-Ḥadīthah, t.th.

Jailānī, Sirāj. “Ziyārah al-Uḍriḥah wa Athāruhā fī al-Mu‘taqadāt al-Sha‘bīyah: Ḍarīḥ Sayyidī Yūsuf al-Sharīf Namūdhajan.” Tesis, Universitas Aboe Bekr Belkaid, Fakultas Ilmu Humaniora dan Sosial, 2014/2015.

Jamhari. “In The Center of Meaning: Ziarah Tradition ini Java.” Studia Islamika. vol. 7, no. 1 (2000).

Jāwī (al), Muḥammad Nawāwī b. ‘Umar. Naṣā’iḥ al-‘Ibād Sharḥ al-Munabbihāt ‘alā al-Isti‘dād li Yawm al-Ma‘ād. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmīyah, 2015.

Mālikī (al), Muḥammad b. ‘Alawī. Al-Ziyārah al-Nabawīyah. Makkah: Maktabah al-Awqāf wa al-Shu’ūn, t.th.

_______. Mafāhīm Yajib an Tuṣaḥaḥ. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmīyah, 2016.

Muḥammad, Yūsuf Khaṭṭār. Al-Mawsū‘ah al-Yūsufiyan fī Bayān Adillat al-Ṣūfīyah. Damaskus: Dār al-Taqwā, t.th.

Mujib, M Misbahul. “Fenomena Tradisi Ziarah Lokal Dalam Masyarakat Jawa: Kontestasi Kesalehan, Identitas Keagamaan Dan Komersial.” IBDA’: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, vol. 14, no. 2 (2016).

Najitama, Fikria. “Ziarah Suci dan Ziarah Resmi: Makna Ziarah pada Makam Santri dan Makam Priyayi.” IBDA’: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, vol. 11, no. 1 (2013).

Ṣadīq (al), Thiyāqah “Al-Muqaddas wa al-Qabīlah: al-Mumārasah al-Iḥtifālīyah ladā al-Mujtama‘āt al-Quṣūrīyah bi al-Janūb al-Gharbī al-Jazā’irī.” Disertasi, Universitas Wahran Aljazair, Fakultas Ilmu Sosial, 2014.

Suyūṭī (al), Jalāl al-Dīn ‘Abd al-Raḥmān. Al-Itqān fī Ulūm al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Fikr al-‘Ilmīyah, 1989.

Sya’rani, Afifur Rochman. “Assesing ‘The Religious’ and ‘The Secular’ in the Pilgrimage to Gus Dur’s Grave.” Jurnal Sosiologi Agama, vol. 12, no. 2 (2018).

Syam, Nur. Islam Pesisir. Yogyakarta: LKIS, 2005.

_______. Madzhab-madzhab Antropologi. Yogyakarta: LKIS Group, 2012.

Thohir, Mudjahirin. Orang Islam Jawa Pesisiran. Semarang: Fasindo Press, 2006.

Woodward, Mark R. Islam Jawa, Kesalehan Normatif Versus Kebatinan. Diterjemahkan oleh Hairus Salim HS. Yogyakarta: LKIS, 2008.

Yahya, Mohammad. “Fungsi Simaan Alquran Bagi Santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta.” Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, vol. 20, no. 2 (2017).

Wawancara dengan Pak Bin (Pelaku ritual menyingkap hajat) pada 27 Juli 2019.

Wawancara dengan H. Turyono (Juru Kunci Makam Bismo) pada 16 Juli 2019.

Wawancara dengan H. Turyono (Juru Kunci Makam Bismo) pada 22 Juli 2019.

Wawancara dengan Mbah Manten (Pelaku ritual menyingkap hajat) pada 23 Juli 2019.

Wawancara dengan Suwanto (Warga Bismo) pada 20 Juli 2019.

Downloads

Published

2020-12-15

How to Cite

Muna, A. C., & Fauzan, A. (2020). Politisi Lokal dan Ziarah Menyingkap Hajat Melalui Alquran Kuno Bismo. Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith, 10(2), 239–266. https://doi.org/10.15642/mutawatir.2020.10.2.239-266

Issue

Section

Articles
| Abstract views: 259 ,